Klarifikasi Soal Telat Sarapan Petugas Flag Marshel, IMI NTB: Terjadi Miskomunikasi SEG dan Tim F&B

Edy Irawan
.
Jum'at, 24 Juni 2022 | 23:20 WIB
Sekretaris IMI NTB, Agus Panca Putradi.

BIMA, iNews.id - Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) membantah soal keterlambatan sarapan petugas Flag Marshel MXGP Samota, Sumbawa. 

Dalam hal ini, IMI NTB tidak tahu menahu soal konsumsi untuk 150 petugas bendera (flag marshel) yang sempat mengamuk di lokasi sirkuit MXGP Samota pada Jumat (24/6/2022). 

Sekretaris IMI NTB, Agus Panca Putradi menjelaskan bahwa soal konsumsi menuai miskomunikasi antara beberapa pihak yang terlibat di MXGP Samota, termasuk Devisi Konsumsi Food & Beverage (F&B) yang merupakan bagian dari Samota Enduro Gemilang (SEG).

Agus mengungkapkan, setelah berita 150 orang petugas flag marshel beredar, pihak SEG meminta maaf kepada IMI NTB dan Tim Racing Committee (RC) IMI Pusat, atas terjadinya miskomunikasi dalam internal SEG soal sarapan untuk petugas flag marshel. 

Ditegaskannya juga, bahwa soal sarapan atau konsumsi, IMI NTB tidak terkait dengan urusan tersebut. Sebab, bagian konsumsi sudah ada devisi masing-masing yang mengurusnya.

"Tadi dari SEG meminta maaf ke IMI NTB karena terjadi miskomunikasi dengan devisi Tim F&B. Dari penjelasan mereka, bahwa ada perubahan jadwal makan yang sebelumnya petugas marshal di hari Jumat, Sabtu dan Minggu, dapat makan pagi dan siang. Namun ternyata di hari Jumat pagi ada perubahan jadwal mendadak dari SEG dengan alasan tidak ada kegiatan di track, jadi konsumsi hanya siang dan malam saja. Untuk hari ini dapat siang dan malam, bukan pagi dan siang," jelas Sekretaris IMI NTB, Agus sembari menunjukan pesan WhatsApp dari pihak SEG, Jumat (24/6/2022) malam. 

Meski demikian, hal tersebut merupakan bahan evaluasi bagi seluruh panitia yang terlibat dalam MXGP Samota untuk melakukan pembenahan kedepannya. 

"Saya berharap pelaksanaan MXGP Samota Sumbawa berjalan sukses tanpa ada kendala. Dan semua panitia yang terlibat bisa komunikasi dengan baik. Jika pun ada perubahan mendadak, agar segera membangun konsolidasi," harapnya. 

 

Editor : Edy Irawan

Follow Berita iNews Bima di Google News

Bagikan Artikel Ini