Pasca Pandemi Covid 19 CPMI Asal Bima Mulai Meningkat, Dominasi Bekerja ke Taiwan dan Singapura

Yasin Arfan
.
Jum'at, 29 Juli 2022 | 14:06 WIB
Kepala Bidang LTSA PPPMI Disnakertrans, Ruvaidah. (Foto/fen)

BIMA, iNews.id - Sabanyak 877 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), teregister di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). 

Dari data tersebut, CPMI asal Bima kini mulai meningkat jika dibandingkan dua tahun sebelumnya yakni tahun 2020 dan 2021. 

"Tahun 2020 tercatat hanya 460 yang masuk dalam register, dan tahun 2021 sebanyak 339 teregister. Sementara untuk tahun 2022 ini, jumlahnya sangat meningkat yakni 877 dan itu baru teregister per bulan Juli," kata Kepala Bidang (Kabid) Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPPMI) Disnakertrans, Ruvaidah, saat dikonfirmasi Jumat (29/07/2022). 

Meningkatnya jumlah CPMI di seluruh daerah di indonesia, diakibatkan renggangnya aturan pasca pandemi Covid 19. Bahkan tiap hari kerja, terlihat bidang LTSA PPPMI ramai dikunjungi pada CPMI yang datang bersama sponsor dari masing-masing Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). 

Jika dilihat dari data yang masuk, bahwa CPMI asal Bima sangat mendominasi bekerja ke Luar Negeri (LN) di negara Taiwan dan Singapura. 

"Dari 877 orang teregister di tahun 2022, 604 orang CPMI dengan tujuan ke negara Taiwan dan 169 orang tujuan bekerja ke negara Singapura," jelas Kabid LTSA. 

Sementara sisanya, lanjut Ruvaidah, Brunai Darussalam 19 orang , Hongkong 87 orang, Malaysia 12 orang, Polandia 2 orang, Saudi Arabia 3 orang, United Kingdom hanya 1 orang. 

8 negara yang membuka lowongan kerja bagi CPMI ini, merupakan negara yang saat ini sudah menjalin hubungan kerjasama dengan Indonesia. 

"Tak menutup kemungkinan, negara lain pun akan menyusul membuka kerjasama dengan indonesia untuk menerima CPMI hanya saja sedang dalam proses," ujarnya.

Dihimbau Ruvaidah, agar CPMI khususnya di Kabupaten Bima agar bisa memilih dan memilah PJTKI yang terdaftar secara sah. "Bila perlu datang ke LTSA untuk mendapatkan informasi yang benar," pungkasnya

Editor : Edy Irawan
Bagikan Artikel Ini