Sistem Coretax DJP Dikeluhkan WP, IKPI Mataram Gelar Seminar Edukasi

MATARAM, iNews.id - Ikatan Konsultan Pajak Indonesia ((IKPI) Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar Seminar Manajemen Pajak Pasca Implementasi Coretax, di aula Hotel Aston Inn Mataram, Kamis (20/2/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Wajib Pajak (WP) yang sebagian besar adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP), Non PKP, dan sejumlah organisasi konsultan pajak di NTB.
Pada seminar tersebut, IKPI Cabang Mataram menghadirkan narasumber Speaker, Anwar Hidayat, yang merupakan pensiunan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Dikesempatan itu, Anwar menjelaskan potensi kesulitan sistem Coretax untuk memodernisasi administrasi pajak, terutama pada tahap awal implementasi.
Selain itu, pelaporan pajak menggunakan sistem Coretax yang diterapkan oleh DJP saat ini, akuinya memang sering terjadi gangguan.
Hal ini memungkinkan WP terkendala keterlambatan dalam memberikan laporan pajak.
"Hampir seluruh wajib pajak mengakses sistem Coretax yang sama, sehingga aplikasi itu dipakai oleh user berjuta-juta dengan dampak aplikasi tersebut terjadi error," kata Anwar, saat diwawancarai usai seminar berlangsung.
DJP sendiri dalam masa transisi seperti ini, lanjut dia, tentu akan memperbaikinya secara bertahap. Terbukti, ada beberapa fitur yang sebelumnya sulit diakses, namun kini telah ada perubahan.
"Selama masa transisi, saya yakin DJP tidak akan memberikan sanksi bagi WP karena keterlambatan pelaporan akibat kendala teknis. Tentu DJP memahami situasi ini dan terus berupaya meningkatkan layanan mereka," ujarnya.
Sementa itu ditempat yang sama, Ketua AKPI Cabang Mataram, Ida Bagus Suadmaya, menjelaskan seminar tersebut adalah edukasi atau ajang pembelajaran untuk saling berbagi pengalaman dan pemahaman, dalam memahami kelemahan dan kelebihan sistem Coretax.
Menghadapi perubahan sistem pelaporan pajak dari DJP, para pelaku usaha pajak agar mampu mempersiapkan segala sesuatu pasca implementasi Coretax.
"Seminar ini lebih pada edukasi ke masyarakat atau pelaku usaha pajak agar mempersiapkan diri pasca implementasi sistem coretax," tegasnya.
Dipahaminya, semua sistem perpajakan di Indonesia telah digeneralisasi untuk diberikan ruang, termasuk wajib membayar pajak bagi setiap WP terlebih PKP dengan mengikuti langkah-langkah DJP.
Dari pantauan, meski ada riak keluhan para wajib pajak dalam konteks penggunaan aplikasi Coretax, namun IKPI Cabang Mataram berjanji akan terus bersama untuk berusaha mencarikan solusi dalam membantu setiap WP maupun klien agar menjalankan kewajiban pajaknya dengan lebih baik.
"Kami ingin seminar ini menjadi ajang pembelajaran, bukan sekadar untuk menyampaikan keluhan. Dengan memahami kelemahan sistem Coretax, kita bisa mencari solusi bersama dan membantu para klien wajib pajak," terang Ida Bagus.
Diakuinya pula, banyak anggota IKPI yang mengeluhkan kendala teknis, seperti kesulitan membuat faktur pajak atau mengakses fitur tertentu di sistem tersebut. Hal ini tentu memengaruhi kelancaran bisnis wajib pajak.
Akan tetapi, keluhan ini tentu mampu dijawab setelah melewati masa transisi. DJP tentu tidak akan membuat sistem baru seperti Coretax, jika tidak lebih baik dan sempurna dibanding sistem sebelumnya.
"Memang banyak komentar negatif, tapi kita harus ambil sisi positif dan melihat ini sebagai langkah maju. Sistem ini masih dalam masa transisi, dan saya yakin perbaikan terus dilakukan," ujarnya.
"Fokus kita adalah bagaimana menjembatani kebutuhan klien dan wajib pajak dengan kebijakan baru ini," tambahnya.
Menurutnya, seminar ini juga menjadi bukti komitmen IKPI Cabang Mataram untuk terus mendukung anggotanya dalam menghadapi perkembangan kebijakan pajak di Indonesia.
Di akhir kegiatan, Bagus menyampaikan harapannya agar anggota IKPI semakin solid dan profesional dalam menghadapi perubahan besar seperti implementasi Coretax.
"Kita harus siap menjadi mitra strategis bagi DJP dan wajib pajak. Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin tantangan ini bisa kita lewati bersama," pungkasnya.
Editor : Edy Irawan