Mahasiswi Bima Ditangkap Polisi Usai Aborsi, Bayinya Berumur 9 Bulan

Edy Irawan
.
Kamis, 16 Juni 2022 | 03:40 WIB
MNS seorang mahasiswi pelaku aborsi saat digelandang ke Mapolres Bima Kota. (Foto: wan)

BIMA, iNews.id - Seorang mahasiswi asal Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) diamankan polisi usai melakukan aborsi di usia kandungannya 9 bulan, Rabu (15/6/2022) malam. 

Pelaku yang berinisial MNS yang merupakan mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kota Bima ini, diamankan di kos-kosannya di RT 06/ RW 02, Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. 

Terlihat, keramaian terjadi di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat sejumlah tim Kepolisian diterjunkan. 

Warga menyaksikan tim inafis Polres Bima Kota, saat menggelar olah TKP. Beberapa barang bukti diamankan seperti obat penggugur kandungan, softex, pakaian, minyak kayu putih, minyak cengkeh dan mayat bayi laki-laki yang telah dimasukan dalam kresek warna merah. 

Kejadian ini bermula diketahui oleh warga yang tinggal tak jauh dari kos-kosan pelaku. Karena merasa curiga, sejumlah warga langsung mendatangi dan mengecek kondisi kandungan MNS. 

"Saat ia membuka pintu, saya langsung tanyakan dimana bayi nya. Dia beralibi bahwa bayinya sudah dititipkan di Keluarganya di Kelurahan Melayu, Asakota. Karena dia sedikit gugup, akhirnya saya beranikan diri untuk membuka kresek warna merah. Alangkah kagetnya setelah melihat ada mayat bayi didalamnya," ungkap Warga Mande, Dino, saat diwawancarai pada Kamis (16/2022) dini hari usai olah TKP. 

Setelah mengetahui ada mayat bayi, lanjutnya, beberapa warga langsung menghubungi Babinkantibmas dan Babinsa setempat. Tak lama pula, petugas Kepolisian lainnya datang dengan mobil patroli. 

Kini pelaku telah diamankan bersama barang bukti ke Mapolres Bima Kota untuk diinterogasi serta diperiksa guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Sementara informasi dari sejumlah sumber menyebutkan, jika MNS yang juga bekerja sampingan di salah satu rumah makan ini, kerap berduaan dengan kekasihnya yang diketahui berstatus telah menikah atau suami orang.

Hingga usai olah TKP, pihak Kepolisian yang diterjunkan ke lokasi tak berani memberikan komentar. "Silahkan saja tanyakan ke atasan kami mas," kata seorang petugas Kepolisian saat ditanyai kronologis peristiwa aborsi tersebut. 

Editor : Edy Irawan
Bagikan Artikel Ini